Cara memelihara anak ayam
Memelihara anak ayam yang baru menetas memang tidaklah mudah, apalagi dipelihara tanpa indukan.Beberapa bulan belakangan ini saya mengalami kegagalan dalam memelihara anak ayam, saya mulai menganalisa manajemen pemeliharaan untuk anak ayam.
Yang harus diperhatikan dalam memelihara anak ayam adalah kenyamanan kandang, kehangatan kandang, pakan anak ayam, dan minum anak ayam.Semua yang saya sebutkan adalah dasar atau pondasi agar anak ayam tumbuh sehat.
Dari kenyamanan kandang, kandang anak ayam yang nyaman itu tidak membuat anak ayam kedinginan, terhindar dari predator seperti tikus, ular dsb yang bisa membuat kenyamanan anak ayam terganggu.
Kehangatan kandang, berilah bolam lampu pada kandang anak ayam, agar anak ayam tetap hangat, bila kandang anak ayam terlalu panas kurangi pemakaian bolam lampu.
Pakan, berilah pakan anak ayam yang butiran pakannya tidak terlalu besar sehingga mudah di makan dan dicerna oleh anak ayam, bila butiran pakan terlalu besar maka anak ayam enggan untuk memakannya.Selalu kontrol dalam pemberian pakan untuk anak ayam agar anak ayam tidak kelaparan.
Air minum, berikan air minum yang bersih dan selalu ganti setiap hari agar terhindar dari serangan bakteri jahat yang bisa mengganggu pencernaan dan kesehatan anak ayam.
Demikian atas wawasan yang bisa saya berikan disini.
Semoga bermanfaat.
Berambisi Bisnis Ayam Kampung
Banyak peternak ayam pemula berambisi menggebu-gebu untuk beternak ayam kampung demi mendapatkan keuntungan maksimal, dengan menaikkan harga ayam kampung dari usia baru menetas sampai ayam dewasa, tanpa melihat kondisi pasar, dan pada akhirnya tumbang di tengah jalan.
Peminat ayam kampung tidak pernah pergi, namun mereka akan mencari harga yang cukup terjangkau dan bisa dikembangkan lagi di rumah mereka.Jika harga terlalu mahal, mereka akan pergi meninggalkan kita.
Membangun relasi antar sesama peternak ayam adalah kunci agar bisnis kita lancar, dan juga menambah wawasan kita dalam beternak ayam.Kesempatan itu gunakan untuk belajar bukan untuk mencari musuh.
Tidak perlu takut untuk bersaing, tetaplah konsisten dan kreatif agar peminat ayam kampung tidak meninggalkan kita, oh iya ada satu lagi tetap sabar dan lemah lembut menghadapi pesaing maupun peminat ayam kampung yang bersikap menjengkelkan.
Ok itu saja tulisan dari saya, sampai ketemu lagi di post selanjutnya. :)
Terimakasih sudah membaca :).
Processing Leftover Rice
Processing household leftover rice to be used as a mixture in chicken feed is very easy. We can wash it thoroughly first, then drain it and then dry it in the sun to dry.
This rice drying lasts for 2-3 days until the rice is completely dry.
After that it is ready to be in the blender so that it looks smooth so that it is easily digested by the chicken.
Don't forget to add a little salt after blending so that the rice doesn't get moldy and stays durable.
This method can save the cost of purchasing chicken feed.And the chickens really like it.
Pakan Fermentasi
Pakan Fermentasi yaitu pakan ayam yang diproses menggunakan bakteri baik untuk mengurai makanan agar mudah dicerna oleh ayam secara anaerob selama 3-7 hari.
Tujuan dari pakan fermentasi itu sendiri adalah
Meningkatkan organ cerna ayam
Menambah nafsu makan ayam
Menambah daya tahan tubuh ayam
Mengurangi bau amonia pada kandang ayam
Dengan demikian ayam menjadi sehat dan tumbuh dengan baik.Mungkin bagi Anda yang pertama kali mendengar methode ini bisa mencobanya pada 2-3 ekor ayam anda, jika cocok, Anda bisa mencobanya di peternakan ayam Anda sekala besar.
Ini adalah contoh media tempat penyimpanan pakan fermentasi yang mana saya menggunakan toples sebagai media tempat penyimpanan pakan fermentasi.
Saya menggunakan bahan pakan pur atau pakan pabrikan New Hope 688 pakan itik pedaging, yang mana serat kasarnya cukup tinggi dan kemudian saya fermentasi agar serat kasar turun sehingga mudah dicerna oleh ayam.Anda bisa menggunakan bahan apa saja dalam pembuatan pakan fermentasi, tapi harus dengan memperhatikan komposisi bahan pakan fermentasi yang digunakan sehingga ayam anda tetap sehat dan nutrisi pakan terpenuhi.
Lalu, Bagaimana cara membuat pakan fermentasi untuk ayam kita?
Anda harus menyiapkan bahan-bahan pakan ayam yang akan difermentasi sebagai berikut
Bahan pakan fermentasi 4kg :
Dedak 40%
Nasi atau jagung 20%
Daun-daunan 10%
Pur atau pakan pabrikan 30%
Em4 peternakan 40cc
Gula merah atau gula aren 1 biji, bila tidak ada Anda bisa menggunakan gula pasir 4 sendok makan.
Air 3 liter
Ember ukuran 10kg
Kantong Plastik besar 2 buah
Cara pembuatan pakan fermentasi :
larutkan dan aduk rata gula aren atau pasir, dan em4 peternakan tadi dalam air 3 liter, kemudian tunggu 15-20 menit, setelah itu siram ke bahan pakan ayam yang akan difermentasi tadi kemudian diaduk rata lalu masukkan dalam ember dan tutup rapat dengan plastik kemudian lapisi dengan tutup ember sampai benar-benar kedap udara.Tunggu proses fermentasi selama 3-7 hari setelah itu bisa diberikan ke ayam.Proses fermentasi yang berhasil ditandai aroma seperti tapai dan berjamur putih, itu aman untuk pakan ayam.
Untuk pengenalan pakan fermentasi pada ayam berikan saat ayam dalam kondisi lapar dengan secukupnya saja sampai ayam-ayam benar terbiasa makan pakan fermentasi.Lalu media penyimanan pakan fermentasi jangan lupa tutup rapat kembali agar tidak terkontaminasi debu atau bakteri jahat sehingga pakan fermentasi tetap awet digunakan kembali.Oh iya usahakan penyimpanannya di letakkan di tempat yang teduh dan jauh dari sinar matahari agar bakteri bisa kembali bekerja dengan baik.
Demikian yang bisa saya jelaskan dengan pakan fermentasi, semoga bermanfaat bagi Anda peternak pemula yang baru mengenal pakan fermentasi.
Salam Sukses untuk kita semua.
Dasar-dasar Beternak Ayam
Dalam beternak ayam dengan sistem intensif, kita harus memperhatikan biosekuriti kandang ayam. Artinya kita harus menjaga kebersihan dan kenyamanan kandang ayam agar ayam tidak terserang virus dan bakteri jahat.
setidaknya kita melakukan kegiatan ini setiap seminggu sekali dan harus dilakukan dengan disiplin. kali ini saya dinding kandang ayam dengan sabun sampai bersih.
Sabun yang saya gunakan hanya termasuk pemutih pakaian dan sabun cuci piring. Sangat murah dan banyak ditemukan di mini market. Saya hanya menggunakan sabun ini dan sangat efektif.
Takaran sabun yang saya gunakan hanya 100ml pemutih, 100cc sabun cuci piring, dicampur dengan 10 liter air. Kemudian saya gunakan untuk dinding kandang ayam, sapukan tanah pada kandang ayam dan area sekitar kandang ayam.
Kegiatan ini merupakan salah satu dasar dalam beternak ayam jika kita mengalaminya maka ayam akan mudah sakit.